oleh

Cegah Kematian Dini: 4.500 Langkah per Hari dan Tiga Perubahan Gaya Hidup

LIFESTYLE.LENTERA.CO.ID — Berjalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik yang diketahui dapat memberi manfaat baik bagi kesehatan. Seberapa banyak langkah yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat dari berjalan kaki?

Jawabannya ternyata bukan 10 ribu langkah seperti yang selama ini banyak dipopulerkan. Berdasarkan penelitian terbaru, hanya diperlukan sekitar 4.500 langkah per hari untuk menurunkan risiko kematian dini.

Penelitian ini melibatkan hampir 17 ribu partisipan perempuan di mana sebagian besar dari partisipan telah memasuki usia 70-an. Selama penelitian berlangsung, tim peneliti mengumpulkan data kesehatan dan jumlah langkah dari tiap partisipan.

Dari data ini tim peneliti mengetahui tak ada partisipan yang memiliki masalah kesehatan yang buruk. Setelah itu, tim peneliti juga mencatat data kematian dari para partisipan selama lima tahun sejak penelitian dimulai.

Tim peneliti melakukan perbandingan antara jumlah langkah dan mortalitas pada para partisipan. Dari perbandingan ini, tim peneliti menemukan bahwa jumlah langkah tampak berkaitan dengan angka kematian para partisipan.

Partisipan yang hanya melakukan sektiar 2.700 langkah per hari memiliki risiko lebih besar mengalami kematian selama periode tindak lanjut. Sebaliknya, para partisipan yang bergerak lebih banyak cenderung memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah.

Risiko tersebut tampak menurun sekitar 40 persen ketika partisipan melakukan sekitar 4.500 langkah per hari. Risiko ini dapat semakin menurun ketika jumlah langkah yang dilakukan semakin banyak. Akan tetapi manfaat ini tampak tak bertambah lagi setelah melakukan 7.500 langkah per hari.

“Kami cukup terkejut bahwa jumlah langkah yang relatif kecil berkaitan dengan penurunan mortalitas yang besar,” ungkap Profesor I Min Lee dari Harvard University, seperti dilansir CNA Lifestyle.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa intensitas berjalan kaki tidak memengaruhi manfaat yang akan didapatkan. Berjalan kaki yang dilakukan dengan santai maupun cepat sama-sama dapat menurunkan risiko kematian dini bila dilakukan minimal 4.500 langkah per hari.

Tim peneliti menekankan bahwa penelitian ini hanya berkutat pada perempuan lansia. Oleh karena itu, tim peneliti tidak dapat menyimpulkan bahwa temuan ini juga berlaku untuk kelompok lain seperti laki-laki, kelompok usia muda maupun dampaknya terhadap risiko penyakit.

Terlepas dari itu, tim peneliti menilai temuan ini memberi manfaat bagi perempuan lansia yang mungkin tak mampu melakukan banyak aktivitas fisik. Temuan ini dapat menjadi motivasi bahwa hanya dengan melakukan minimal 4.500 ribu langkah, perempuan lansia untuk tetap aktif bergerak sesuai dengan kemampuan mereka.

Tiga Perubahan Gaya Hidup

Ilustrasi Makanan mengandung lemak trans

Studi baru mengungkapkan jika setiap orang di dunia berkomitmen melakukan tiga perubahan gaya hidup, langkah itu dapat mencegah 94 juta kematian prematur dan kematian dini akibat penyakit kardiovaskular (CVD) selama 25 tahun. CVD adalah istilah umum untuk kondisi yang mempengaruhi jantung atau pembuluh darah.

Tiga perubahan gaya hidup tersebut adalah:
1. Menurunkan tekanan darah
2. Mengurangi asupan natrium (garam)
3. Menghilangkan lemak trans dari makanan.

“Memfokuskan sumber daya kami pada kombinasi dari tiga intervensi ini dapat memiliki dampak potensial yang sangat besar pada kesehatan hingga 2040,” kata ketua penulis Goodarz Danaei dari Asosiasi Profesor Kesehatan Global di Harvard Chan School dilansir Huffington Post.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation itu menggunakan data global dari berbagai penelitian dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membuat perhitungan. Diperkirakan peningkatan pengobatan tekanan darah tinggi hingga 70 persen dari populasi dunia dapat memperpanjang usia 39,4 juta orang.

Tekanan darah juga dapat diturunkan dengan makan lebih banyak buah dan sayuran, mempertahankan berat badan yang sehat, berolahraga, dan minum lebih sedikit alkohol. Menurut para peneliti, memotong asupan natrium sebesar 30 persen dapat mencegah 40 juta kematian lainnya. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut National Health System, orang dewasa harus makan garam tidak lebih dari enam gram sehari (2,4 gram natrium) yaitu sekitar satu sendok teh. Menghilangkan lemak trans dapat mencegah 14,8 juta kematian dini. Lemak trans adalah suatu bentuk minyak goreng olahan yang digunakan dalam makanan cepat saji, donat, dan beberapa jenis roti.

Di Inggris, perusahaan makanan telah didesak mengurangi lemak trans dalam produk makanan namun tidak dilarang. Para peneliti mengakui meningkatkan tiga hal tersebut menjadi tantangan besar yang mengharuskan negara-negara berkomitmen soal sumber daya tambahan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan.

Tetapi, mereka menambahkan analisis sebelumnya telah menunjukkan intervensi dapat dicapai dan terjangkau. “Ini adalah tujuan realistis yang telah terbukti dapat dicapai pada skala yang lebih kecil. Kami membutuhkan komitmen untuk meningkatkan program untuk mencapainya secara global,” ujar Danaei.

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *