oleh

Anda Tahu Seberapa Besar Bahaya Radiasi di Pesawat?

LENTERA LIFESTYLE — Radiasi kosmik terjadi akibat ledakan bintang-bintang yang berada di luar Tata Surya. Hanya sebagian kecil radiasi kosmik yang berhasil sampai ke permukaan bumi. Namun, semakin tinggi posisi seseorang dari permukaan bumi, paparan radiasi kosmik yang mungkin didapatkan akan semakin besar.

Oleh karena itu, orang-orang yang terbang dengan pesawat di ketinggian mendapat paparan radiasi kosmik yang lebih besar dibandingkan orang-orang yang berada di daratan. Semakin tinggi posisi pesawat di udara, semakin besar pula kadar radiasi kosmik yang akan didapatkan.

BACA JUGA Ingin Singkirkan Komedo? Pakai Cara Ampuh ini

Penerbangan jarak jauh, terutama di sisi utara bumi, cenderung mendapatkan paparan radiasi yang lebih besar. Alasannya, atmosfer di area kutub bumi cenderung lebih tipis dibandingkan atmosfer yang ada di area khatulistiwa.

Sebagai contoh, penumpang hingga kru pesawat dalam penerbangan tujuh jam dari London ke New York mendapatkan paparan radiasi yang cukup besar. Paparan radiasi yang mereka dapatkan setara dengan besarnya paparan radiasi dari X-ray dada.

Besarnya paparan radiasi kosmik di pesawat membuat Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengklasifikasikan kru pesawat sebagai pekerja radiasi. Faktanya, orang-orang yang rutin bekerja di ketinggian pesawat terbang akan mendapatkan paparan radiasi lebih banyak dari pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir.

Namun, penumpang pesawat sebenarnya tidak perlu begitu mengkhawatirkan paparan radiasi kosmik ini. Alasannya, Health Physics Society (HPS) mengatakan perlu lebih dari 5.000 jam per tahun dalam pesawat agar seseorang terpapar bahaya radiasi. Jumlah jam ini lima kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah jam terbang yang diizinkan untuk pilot.

“Untuk pelancong biasa seperti Anda dan anak-anak Anda yang melakukan hanya beberapa perjalanan per tahun, paparan radiasi kosmik di pesawat tak perlu dikhawatirkan,” kata HPS seperti dilansir Express.

Health Physics Society tidak menganjurkan paparan radiasi lebih dari 50 mlillisievert per tahun atau lebih dari 100 millisieverts seumur hidup dari sumber radiasi alami. Sedangkan penumpang pesawat rata-rata hanya mendapatkan sekitar 0,01 millisieverts per tahun.

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *