oleh

Penyakit ini Bisa Muncul Saat Sedang Terbang, Bisa Menyebabkan Kematiaan

LENTERA.CO.ID — Saat berada di pesawat terbang kadang tubuh terasa tidak nyaman. Berbagai penyakit mungkin saja muncul mendadak saat sedang terbang.

Mengapa hal itu bisa terjadi dan penyakit apa saja yang mungkin muncul? Sakit telinga Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan Indonesia (Perdospi), dr Wawan Mulyawan, SpBS, paling mungkin terjadi. Alasannya, tekanan udara makin tinggi makin rendah.

BACA JUGA Tuduhan Pencurian, Remaja ini Lapor Polisi Setelah Ponselnya Diambil Ayahnya

Karena tekanan udara makin rendah, pengaruh ke tubuh yang paling terasa saat perubahan tekanan adalah telinga. Ada udara yang berbeda di luar dengan dalam tubuh. Pada waktu mau mendarat, telinga terasa sakit. Hal ini terjadi karena ada trapped gas, ada gas yang terjebak di dalam tubuh.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan decompression sickness. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mengatasinya, bisa dengan cara menelan air liur, atau dengan memakan permen yang disediakan maskapai.

Bila mengunyah masih belum menjadi solusi, dr Wawan mengatakan bisa melakukan valsava manuver. Ini adalah cara yang paling baik. Yaitu dengan menutup hidung dan mulut. Kemudian mengedan, tekankan udara ke arah mulut dan telinga. Udara akan mendorong kearah telinga.

Untuk penumpang pesawat yang pilek, valsava manuver mungkin tidak berfungsi. Karena itu, dianjurkan sebelum terbang menggunakan obat untuk melonggarkan salurannya. Bisa obat minum atau semprot.

Sementara untuk bayi, ketika telinganya sakit, alarmnya menangis. Dokter Wawan menyarankan untuk bayi yang masih menyusu, diberikan susu. Bisa juga dengan memberikannya air minum. Sehingga menggunakan mekanisme, menelan dengan susu atau air.

Efek lainnya saat berada di pesawat adalah kemampuan untuk menarik napas menurun karena karena efek udara turun. Ini membuat udara udara yang terhirup menajdi sedikit. Akhirnya tubuh kekurangan oksigen, sehingga penumpang bisa mengalami hipoksia yaitu rendahnya tingkat oksigen di jaringan tubuh.

Dalam kondisi tersebut darah tidak mampu membawa cukup oksigen ke setiap jaringan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Efeknya bisa sampai kematian.

Masalah kesehatan lain yang bisa timbul selama penerbangan adalah disorientasi. Di ketinggian tidak ada jalan tol, tidak ada jalan mobil. Pesawat melaju tanpa lintasan. Sehingga melihat ke depan, ke bawah atau ke atas, bisa salah.

Padahal telinga kita, sistem keseimbangan kita bisa mengecoh, perasaan kita sedang menanjak, padahal sedang lurus. Maka pilot akan mencoba untuk menurunkan tuas. Seharusnya pesawat dibuat lurus tapi jadi menukik. Ini dinamakan diorientasi.

Hal lainnya yang mempengaruhi adalah ketika terbang malam hari. Di pesawat, gangguan terhadap kegelapan lebih spesifik karena ada masalah kekurangan oksigen. Sehingga bisa saja waktu penerbangan malam, penglihatan sudah terganggu, walaupun di darat mata kita cukup normal.

Sehingga pada waktu di atas, penglihatan berbeda pada waktu gelap. Menurut dokter Wawan, kunci dari itu semua, pilot harus percaya instrumen, jangan percaya pada mata, telinga atau keseimbangan apalagi perasaan. Tapi percaya pada instrumen yang ada di depan matanya. Karena instrumen merupakan alat yang snagat canggih, yang bisa menuntun pilot ke arah yang benar.

Penyakit dadakan di pesawat lainnya yang mungkin terjadi berbeda-beda setiap negara. Kalau negara tropis, tentu saja penyakit topis yang banyak terjadi seperti batuk dan pilek. Sedangkan pada orang tua yang banyak terjadi adalah serangan jantung, strok, dan keluhan nyeri menahun seperti nyeri pinggang dan leher.

Sumber: Republika.co.id dengan judul Daftar Penyakit yang Mungkin Muncul Saat Sedang Terbang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed