oleh

6 Gaya Hidup Milenial ini Dinilai Salah Kaprah

LENTERA.CO.ID — Apakah anda masuk dalam kelompok usia 15 – 34 tahun? Atau mungkin lahir antara tahun 1980 – 2000 an? Jika ya, selamat! Anda masuk dalam kategori generasi (Y) atau yang biasa disebut generasi era milenial.

Bicara Generasi milenial, secara umum generasi ini adalah generasi yang saat ini tengah banyak menjadi bahan perbincangan masyarakat di berbagai belahan dunia. Generasi milenial disebut-sebut sebagai kelompok generasi yang sangat bergantung pada teknologi dan gaya hidup bebas. Benarkah demikian? Lantas, bagaimanakah cara kita sebagai generasi muda masa depan bisa survive di era milenial?

1. Gadget bagaikan tabung oksigen yang harus dibawa ke mana-mana

Jelang tidur, seolah dihantar hendphonenya

Tak bisa dipungkiri bahwa gadget saat ini adalah must have item yang mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa gadget, hidup terasa kurang lengkap karena kita diharuskan untuk terhubung dengan khalayak kapanpun dan dimanapun berada. Perangkat kecil nan praktis ini pun kian mengalami perkembangan yang pesat dari hari ke hari.

LIHAT Kamis 3 Januari 2019, Lihat Ramalan Zodiak Anda Disini

Generasi milenial pun seolah dipaksa mengikuti perkembangan yang ada, sehingga ketergantungan kepada gadget pun membawa berbagai dampak negatif. Inilah tugas utama kita sebagai generasi milenial saat ini. Yakni mengubah hal-hal negatif menjadi hal-hal yang positif. Salah satu contohnya adalah mulai mengurangi penggunaan gadget untuk hal yang sia-sia dan lebih memanfaatkan kecanggihan teknologi ini untuk hal yang lebih bermanfaat.

2. Gaya hidup hedonis

Ilustrasi Gaya Hidup Hedonis

Gaya hidup hedonis adalah gaya hidup yang lebih mengutamakan materi daripada hal-hal lain. Remaja saat ini adalah remaja yang haus akan perhatian dari orang lain, mereka ingin diakui lewat apa yang mereka miliki. Tak sedikit dari mereka yang terlibat persaingan kurang sehat sebagai akibat dari gaya hidup hedonis. Hal ini tentu kurang baik.

Sebagai generasi milenial saat ini kita kembali ditantang untuk mengubah gaya hidup hedonis dengan gaya hidup yang lebih sederhana dan tak haus akan pengakuan yang bersifat sementara. Mulai mengalihkan pemikiran ‘pamer ini, pamer itu’ dengan kegiatan positif seperti ikut organisasi kemasyarakatan tidak kalah keren kok untuk diceritakan kepada teman ataupun di upload ke instagram mu.

3. Nilai sosial yang mulai bergeser

Ilustrasi Nilai Sosial

Pergeseran budaya ketimuran menuju budaya kebarat-baratan sudah menjadi alarm darurat di bumi pertiwi. Sembilan puluh persen remaja di Indonesia sudah mengalami pergeseran budaya karena kecanggihan teknologi yang membuat informasi lebih cepat tersebar. Mengetahui dunia luas memang bisa menambah wawasan yang membuat kita lebih cerdas dan maju, tetapi dampak buruk dari kecanggihan internet saat ini sedikit banyak mempengaruhi perilaku kita sebagai generasi milenial. Satu-satunya cara bertahan pada zaman ‘edan’ ini adalah dengan mulai mencintai negara sendiri yang menjunjung erat nilai sosial dan budaya ketimuran. Jangan sedikit-sedikit buka internet, yang dicari malah gosip artis internasional. Coba, deh. Ingat-ingat kapan terakhir kali buka-buka tentang isu nasional.

4. Punya role model, yang tidak punya idola dianggap cupu

Ilustrasi

Artikel ini ditayang di hipwee.com dengan judul: 6 Gaya Hidup di Era Milenial yang Salah Kaprah Tapi Masih Saja Diagung-agungkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *