oleh

Tak Ingin Karier Hancur? Jangan Lakukan ini di Medsos

JAKARTA, LENTERA.CO.ID — Pesatnya perkembangan teknologi membuat banyak orang memanfaatkannya untuk keperluan yang berbeda. Salah satu hasil perkembangan teknologi itu adalah munculnya beragam sosial media.

Ada banyak keperluan yang dilakukan melalui sosial media, seperti berkomunikasi, menunjukkan aktivitas atau kejadian yang kita alami, dan lainnya. Menggunakan sosial media tentu ada etikanya.

BACA Ini Alasan Orang Suka Memecahkan Jerawat

Meskipun Anda bebas menggunakannya, namun masih ada aturan yang harus Anda patuhi. Jika Anda melanggarnya, akan ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan postingan Anda di sosial media tersebut.

Terlebih lagi bila ternyata Anda adalah pekerja dan berinteraksi secara tidak langsung dengan rekan kerja, atasan, dan lainnya, melalui media sosial. Bila Anda tidak cerdas dan bijak dalam bermedia sosial, maka bisa saja menghancurkan karier Anda.

Lalu, apa saja yang harus dihindari dalam bermedia sosial? Simak ulasan berikut ini seperti dikutip dari Republika.co.id

Mengeluhkan Kondisi Kantor di Media Sosial

Wajar saja jika Anda butuh curhat saat menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan di tempat kerja. Dengan curhat” maka setidaknya rasa kesal bisa tertumpahkan dan menjadi lega.

Namun demikian, bukan berarti Anda bisa dengan mudah menyampaikan keluh kesah karena kondisi kantor yang tidak menyenangkan di media sosial. Sebab hal ini akan berdampak buruk bila atasan melihatnya.

BACA JUGA Bagi Perokok Aktif, Begini Cara Bersihkan Paru-paru dengan Cepat

Dan pastinya tidak ada orang yang suka urusan ‘dapur’ diumbar ke ruang publik, bukan? Terlebih lagi perusahaan. Karena Anda akan dianggap terlalu kekanak-kanakan dan tidak bijak dalam bermedia sosial. Lebih baik, sampaikan keluh kesah Anda dengan rekan atau dengan atasan langsung di tempat kerja.

Berbohong dan Membocorkannya di Media Sosial

Bagaimanapun juga, Anda masih berada di lingkungan tempat kerja. Jika memang terpaksa berbohong, maka jangan pernah sekali-kali membuka atau membocorkannya di media sosial.

Misal, Anda izin tidak masuk kerja. Namun, ternyata Anda mengunggah foto dengan keterangan sedang jalan-jalan ke suatu tempat.

Memang, Anda mungkin merasa penat dengan pekerjaan sehingga memerlukan waktu untuk berlibur. Tapi ternyata masa cuti Anda sudah habis dan dengan terpaksa harus berbohong kepada atasan.

Berhubung Anda sedang berbohong, maka Anda harus menyimpan rapat-rapat kebohongan tersebut. Jangan umbar hal yang Anda lakukan saat berlibur. Jika atasan Anda melihatnya, pasti Anda akan mendapatkan teguran yang berat. Terlebih lagi rekan kerja Anda yang merasa tidak adil karena harus bekerja keras mengerjakan pekerjaan Anda, sementara Anda malah menikmati liburan.

Mengunggah Sesuatu yang Kontroversial atau Sensitif

Jika Anda tidak setuju dengan sebuah pandangan orang lain, sebaiknya jangan umbar di media sosial. Pun sebaliknya, bila Anda memiliki pandangan sendiri terhadap sesuatu hal, juga jangan disampaikan ke media sosial Anda.

Sebab harus diingat, bahwa Anda masih sebagai seorang karyawan. Jika Anda mengunggah hal-hal yang berbau kontroversial atau bersifat sensitif, maka hal itu justru akan membuat Anda terlihat tidak dewasa dan suka akan kericuhan.

Membicarakan Keburukan Rekan Kerja atau Atasan

Jika memang Anda tidak menyukai rekan kerja atau atasan Anda, sebaiknya katakan langsung kepadanya. Biarlah hal tersebut menjadi rahasia antara Anda dan dia. Jangan sesekali menjelekkannya di sosial media. Apalagi hal yang Anda sebarkan adalah aib mereka.

Dengan mengumbarnya di sosial media, Anda tentu akan dijauhinya. Tidak ada satu orang pun yang ingin dijelek-jelekkan, apalagi lewat sosial media, di mana akan ada banyak orang yang melihat dan mengetahuinya.

Terlbih lagi bila yang Anda bicarakan itu adalah atasan Anda. Tentu akan mudah bagi dia untuk memecat Anda karena sudah merusak nama baiknya di sosial media. Oleh karena itu berlaku dewasalah dan tetap sebarkan hal positif di sosial media Anda.

Membeberkan Rahasia Perusahaan Tempat Bekerja

Tentu yang namanya rahasia akan tetap menjadi rahasia. Anda harus menyimpannya rapat-rapat, sehingga tidak ada pihak yang tidak berkepentingan mengetahuinya. Dalam bekerja, mungkin Anda diberikan tanggung jawab yang membolehkan Anda untuk mengetahui rahasia perusahaan.

Sebagai contoh, Anda bekerja pada bisnis kuliner, Anda tentunya dilarang untuk membocorkan resep yang digunakan oleh restoran tersebut. Jika pesaing tahu rahasia perusahaan, maka dapat menurunkan daya saing perusahaan tempat Anda bekerja karena bisa saja perusahaan lain mengembangkan rahasia tersebut sehingga mengalahkan perusahaan Anda.

Oleh sebab itu sangat penting untuk menjaga rahasia perusahaan agar tetap menjadi sebuah rahasia. Selain itu, Anda juga akan terancam dipecat karena dianggap tidak setia terhadap perusahaan.

Beberapa perusahaan juga menerapkan sistem denda atau ganti rugi atas kecerobohan Anda tersebut. Setelah Anda dipecat, dan kabar bahwa Anda membocorkan rahasia perusahaan meluas, tentunya perusahaan selanjutnya akan takut memperkerjakan Anda.

Gunakan Sosial Media dengan Bijak agar Karier Cemerlang

Di zaman serba teknologi ini, ada cara yang mudah untuk meniti karier Anda dengan baik. Manfaatkanlah sosial media untuk menaikkan karier Anda. Karena sosial media bisa untuk menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, juga atasan Anda.

Menjelek-jelekkan seseorang di sosial media adalah perbuatan tercela yang tidak akan pernah membuat Anda menjadi sosok sempurna. Hargai juga perbedaan dengan cara tidak mengunggah apapun yang mengandung SARA. Selain itu, jaga baik-baik kepercayaan perusahaan Anda yang mengizinkan Anda untuk mengetahui rahasia perusahaan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *